BERITA TERBARU

  • Pintaraja Marianus Sitanggang
  • KERIKIL KERIKIL TAJAM
  • Beberapa penyebab kegagalan CU
  • BEBERAPA CATATAN UNTUK DIRENUNGKAN DAN DILAKSANAKAN
  • PENDIDIKAN DAN PELATIHAN AKTUALISASI SAK ETAP
  • PESERTA RAT TB 2016
  • Peserta RAT TB-2016

  • <<< PREV NEXT>>>

    ARSIP BERITA

  • June 2017 (5)
  • July 2017 (2)
  • September 2017 (1)
  • December 2017 (1)
  • RANDOM PHOTO

    KEGIATAN

  • AKTUALISASI SAK ETAP
  • PELATIHAN KREDIT MACET
  • MEMBER

    Login :
    Password :
     
        Daftar

    STATISTIK WEB

    Pengunjung Online
    :
    1
    Hits Hari Ini
    :
    13
    Hits Minggu Ini
    :
    13
    Hits Bulan Ini
    :
    753
    Hits Tahun Ini
    :
    7679
    IP Anda : 54.221.93.187

    Beberapa penyebab kegagalan CU
    Diposting oleh : admin,Hari: Selasa, 13 Juni 2017 - 06:39:17 WIB, Kategori: P.M SITANGGANG - Dibaca: 1055 kali

    Beberapa penyebab kegagalan CU

    Pengurus / Pengawas  tidak mengantisipasi akan terjadinya kegagalan dan tidak melakukan pengawasan CU secara sungguh-sungguh ini akan mengakibatkan target Perencanaan tidak akan berjalan dengan mulus.

    1. Pengurus / Pengawas memperoleh informasi yang tidak benar tentang kondisi akan CU sehingga mereka(Pengurus) membuat keputusan yang salah. Ketika terjadi FRAUD Pengurus tidak menyadarinya, Fraud didefiniskan sebagai penggunaan posisi akan jabatan seseorang yang bertujuan untuk memperkaya diri sendiri, dengan cara sengaja menyalah gunakan sumber daya atau asset- asset organisasi. Contoh  FRAUD adalah : korupsi, pencurian, kecurangan, penarikan dana-dana, melakukan transaksi fiktif akan asset-aset tetap CU, kecurangan laporan keuangan dan sampai meminta komisi dan lain-lain.
    2. Pengurus / Pengawas tidak memonitoring kinerja MANAJEMEN CU, atau Pengurus atau Pengawas tidak secara efektif untuk mengembangkan strategi untuk pengembangan anggota( stake holder’s value).
    3. Beberapa oknum Pengurus lebih mementingkan kesejahteraan pribadi dari pada mementingkan kesejahteraan Anggota CU.
    4. Dibeberapa CU ditemukan Pengurus  melakukan penyimpangan tata kelola CU, seperti: Ketua Pengurus menjadi Manager (CEO), jika ini terjadi maka dampaknya bisa sangat meluas,apa yang dilakukan sang pemimpin pasti dilakukan oleh anak buah.
    5. Penyalahgunaan Kekuasaan ( Abuse of Power ) terjadi dalam berbagai bentuk   seperti :
    • Oknum Pengurus ingin tetap bertahan menjadi Pengurus walaupun batas periodisasi Sudah tidak sesuai lagi dengan AD/ART CU tersebut.
    • Pengurus atau oknum Pengurus menyalah gunakan kekuasaan-nya dengan cara mencampuri kegiatan organisasi CU sehari-hari  yang bukan menjadi kewenangan-nya dan menganggap dirinya sebagai penanggung jawab operasional management.
    • Beberapa Pengurus atau oknum Pengurus tidak bertanggungjawab penuh atas keputusan yang mereka buat.
    • Beberapa Pengurus atau   oknum Pengurus memberikan perlakuan khusus (nepotisme) kepada keluarga, teman atau kelompoknya yang paling sering adalah dalam pelayanan pinjaman(kredit) dan mungkin pelayanan-pelayanan lainnya.
    • Pengurus atau oknum Pengurus atau Manajemen melakukan rekrutmen manajemen SDM secara tidak fair dan dikarenakan ada kepentingan tersembunyi (Kolusi)
    • Oknum Pejabat Kredit ( Credit Officer ) tidak serius menagih pinjaman macet yang terjadi pada keluarga, kerabat atau kelompok mereka, atau pinjaman macet yang terjadi pada orang-orang dalam seperti Pengurus, Pengawas, Penasehat termasuk juga staf managemen
    • Penetapan biaya insentif ( perdiem), kegiatan yang menggunakan biaya yang terlalu tinggi atau adanya biaya insentif yang sesungguhnya tidak perlu.

     6.Penyalahgunaan pengelolaan Jabatan,terjadi dalam bentuk seperti:

    • Pada umumnya rapat Pengurus hanya dilakukan 1x dalam satu bulan tapi dilakukan beberapa kali yang sebenarnya tidak perlu
    • Intervensi Pengurus terhadap Management, ketika ini terjadi, pihak manajemen akan sulit mengambil keputusan
    • Sering sekali juga Pengurus atau oknum Pengurus menyalahgunakan kesewenangan atas biaya perjalanan dinas , konsumsi dan lain-lain

     

    7. Penyalahgunaan Produk dan pelayanan,terjadi dalam bentuk seperti :

    • Pengurus atau oknum Pengurus menggunakan pinjaman (kredit) dengan bunga rendah kepada mereka sendiri atau orang-orang yang terkait dengan mereka, tanpa sepengetahuan anggota menggunakan balas jasa simpanan yang lebih tinggi kepada mereka sendiri atau orang- orang terkait dengan mereka.
    • Pengurus atau oknum Pengurus menggunakan persyaratan kredit yang lebih longgar atau melanggar prinsip-prinsip kehati-hatian kepada diri mereka sendiri atau dengan mudah melakukan perubahan perjanjian pinjaman (restrukturisasi)  atas pinjaman mereka sendiri.
    • Pengurus atau oknum Pengurus atau Pejabat Kredit atau orang-orang yang didalamnya menerima komisi/pemberian (fee) atas pencairan pinjaman, belanja  persediaan inventaris CU yang angka nominalnya tidak wajar dan lain-lain
    • Pengurus dan oknum Pengurus atau orang-orang dalam menggunakan atau penggunaan  asset –asset CU seperti computer, kenderaan, ruang kerja  seolah-olah benda (asset CU) tersebut adalah milik pribadinya

    8.Penyalahgunaan kebijakan CU,terjadi dalam bentuk seperti:

    • Beberapa CU membelanjakan uangnya untuk membangun kantor lebih dari 10% total aset CU yang merupakan aset-aset yang tidak menghasilkan.
    • Membayar balas jasa simpanan (deviden) melebihi kecukupannya. Apa akibat dari penyalahgunaan Kebijakan ini ?
    1. Pendapatan  (SHU) sengaja dibuat Besar ( Overload).
    2. Dana Kelalain Pinjaman (Dana Resiko) Diabaikan (Deliguency).
    3. Target dan Perencanan CU ke depan tidak mencapai sasaran.

     

    9. CU yang menerapkan tata kelola buruk  (Bad Governance ),apa akibat dari ini:

      1. Kepercayaan Anggota Akan semakin Rendah
      2. Beberapa Keputusan  tidak akan berjalan dengan baik dan mungkin tidak adil
      3.  Dana untuk penanggulangan Kredit yang lalai akan semakin rendah
      4. Bangunan yang megah tidak akan mendatangkan Pendapatan ( profit)

     

    Pematangsiantar, 20 november 2015

     

    Drs.P.M.Sitanggang

    Ketua Puskopdit Bekatigade Sumatera utara


    BERITA TERKAIT
    KATEGORI

  • PENDIDIKAN ( 3 )
  • RAT ( 2 )
  • P.M SITANGGANG ( 4 )
  • BANNER


    POLLING

    Perlukah ada Manager di Puskopdit

    TIDAK TAHU

    SANGAT PERLU

    TIDAK PERLU


    Lihat Hasil Poling

    BERITA TERATAS

  • Beberapa penyebab kegagalan CU dibaca: 1055
  • Peserta RAT TB-2016 dibaca: 1023
  • PELATIHAN dibaca: 859
  • PESERTA RAT TB 2016 dibaca: 827
  • BEBERAPA CATATAN UNTUK DIRENUNGKAN DAN DILAKSANAKAN dibaca: 821
  • Badan Koordinasi Koperasi Kredit Daerah Sumatera Utara
    Pematangsiantar©2017 Webmaster
    I N D O N E S I A